Karena pukat harimau sudah begitu membahayakan laut dan perekonomian para nelayan, banyak masyarakat nelayan yang beralih ke pukat darat. Pukat darat merupakan jaring yang ditarik dari darat, jaring yang berukuran 500m ini ditarik beramai-ramai dari tepi pantai, jaring terbuat dari ijuk dan biasanya berbeda warna dan diujungnya dipautkan sebuah jerigen sebagai tanda. Mereka memulai penangkapan dengan melaut untuk melepaskan jarring. Keranjang disiapkan untuk hasil tangkapan, setiap keranjang berisi 60 kg ikan.
Setelah ikan dibawa kepasar mereka kembali lagi ke laut, sebagian menunggu ditepi laut. Diatas perahu jaring sepanjang 500 m yang telah disusun akan dilepaskan, mereka berputar utk membuka jaring dan ini harus dengan cepat agar ikan tidak lari. Perahu terus berputar dan jaring terus diturunkan , pukat darat biasanya dilakukan dari pagi hingga siang hari, mereka bisa empat kali menebar pukat sepanjang hari. Semakin banyak tangkapan semakin sering pukat disebar, jaring selesai diturunkan, para nelayan kembali kepantai utk menarik jaring, langkah nelayan seirma menarik jaring ke pantai dgn berjalan miring. Jaring biru telah terlihat para nelayan bergegas utk menarik jarring,jika mendapatkan ikan sedikit penjaringanpun dihentikan karena akan membuang waktu dan tenaga saja. ikan bilih biasanya yang menjadi sasaran para nelayan, karena sekilonya ikan bilih dihargai 90.000 per kgnya.

0 komentar:
Posting Komentar