berarti ini nyata-nyata belum jelas apakah boleh atau tidak, dan masih ragu-ragu. karena semuanya memiliki kepentingan dan kitalah para konsumen ini yang menjadi korbannya, dijadikan barang eksperimen secara terselubung. seharusnya hal ini dituntaskan dulu baru bisa diedarkan prodak-prodak ini, karena ini demi kesehatan dan masa epan anak-anak bangsa, tapi kalau saya punya solusi lebih baik jangan digunakan dulu sampai semuanya jelas. dan pada dasarnya masakan indonesiaitu sebenarnya enak walaupun tanpa msg, hanya kita saja yang harus bisa meracik rempah alami indonesia.
Masyarakat menyumbang agar dombanya cepat sembuh begitu katanya, begitu melihat jagoannya jatuh. Kegiatan mengadu domba ini sudah berlangsung semenjak 60 tahuanan yg lalu, domba ini berlaga hanya menggunakan tanduknya saja jika diadu. Biar makin ramai juga diiringi tarian gamelan.
Setiap domba dipakaikan asesoris biar lebih menarik. Setiap pertandingan bisa ratusan domba yang diadu, dan domba yang layak diadu harus berumur sekitar 1 tahun, penilaian diambil dengan beradu tanduk hingga 20 kali, biasanya dilihat dari cara domba mementalkan lawan. Digarut memang banyak peternakan domba, berbeda dengan domba biasa , domba garut telinganya lebih pendek dan tanduk lebih keras, sehingga dijadikan domba aduan, harga domba di garut bisa mencapai 150juta, kehebatan domba garut dinilai dari kekuatan tanduknya ketika berlaga. Sebelum berlaga domba diperlakukan khusus.
Perlakuan khususnya domba harus dimandikan dulu, walaupun agak susah, karena domba garut tidak biasa mandi. Mandinya menggunakan sabun khusus agar domba lebih steril dan bebas dari kuman. Lalu diberi makanan yang banyak agar berstamina dan rentetan ritual para pengadu.
Hanya saja segala sesuatu yang bersifat pertandingan yang memakai unsure kalah menang selalu dikotori dengan ulah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan taruhan untuk setiap pertandingan.
sungai pesang, sungai yang berada di nangru aceh darussalam, beureun, ini begitu memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya, khususnya penambang pasir. Kehidupan mereka bergantung pada sungai ini. Setiap harinya mereka dapat menghasilkan 21 kapal pasir . dengan menggunakan alat seadanya seperti pengeruk yang terbuat dari besi yang berbentuk kerucut dan bertangkaikan kayu. Mereka berendam seharian dan mengeruk pasir dari dasar sungai yang jika belum biasa akan merasakan beratnya pengeruk dari besi itu.
Tak bisa dibantah lagi sungai ini begitu vital fungsinya. Keruhnya air tidak menghentikan langkah mereka untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka. Penambang pasir akan banyak meraup pasir lebih banyak di bulan November dan Desember, karena musim hujan datang pada bulan itu dan banyak mengangkut pasir disetiap aliran sungainya, setiap harinya mereka bisa meraup Rp 90.000 setelah dipotong uang sewa kapal dan bahan bakar.
Karena pukat harimau sudah begitu membahayakan laut dan perekonomian para nelayan, banyak masyarakat nelayan yang beralih ke pukat darat. Pukat darat merupakan jaring yang ditarik dari darat, jaring yang berukuran 500m ini ditarik beramai-ramai dari tepi pantai, jaring terbuat dari ijuk dan biasanya berbeda warna dan diujungnya dipautkan sebuah jerigen sebagai tanda. Mereka memulai penangkapan dengan melaut untuk melepaskan jarring. Keranjang disiapkan untuk hasil tangkapan, setiap keranjang berisi 60 kg ikan.
Setelah ikan dibawa kepasar mereka kembali lagi ke laut, sebagian menunggu ditepi laut. Diatas perahu jaring sepanjang 500 m yang telah disusun akan dilepaskan, mereka berputar utk membuka jaring dan ini harus dengan cepat agar ikan tidak lari. Perahu terus berputar dan jaring terus diturunkan , pukat darat biasanya dilakukan dari pagi hingga siang hari, mereka bisa empat kali menebar pukat sepanjang hari. Semakin banyak tangkapan semakin sering pukat disebar, jaring selesai diturunkan, para nelayan kembali kepantai utk menarik jaring, langkah nelayan seirma menarik jaring ke pantai dgn berjalan miring. Jaring biru telah terlihat para nelayan bergegas utk menarik jarring,jika mendapatkan ikan sedikit penjaringanpun dihentikan karena akan membuang waktu dan tenaga saja. ikan bilih biasanya yang menjadi sasaran para nelayan, karena sekilonya ikan bilih dihargai 90.000 per kgnya.
